Kebocoran data belakangan ini banyak disebabkan oleh pencurian laptop atau PC. Kendati demikian, banyak orang yang lupa akan banyaknya informasi atau data yang "lenyap" dari pusat data setiap harinya.
Menurut Sherman Black, Senior Vice President dan General Manager Seagate Enterprise Compute Business, peralatan dan sistem-sistem dengan hard drives di dalamnya kerap jarang terpakai, dipindah-pindah, atau diperbaiki. Hal ini memicu munculnya keinginan untuk membuang data-data yang terkandung di dalamnya sebelum para pengguna meninggalkan pusat data.
Sebuah penyelidikan yang baru-baru ini diadakan menunjukkan bahwa 50% drive yang diperbaiki oleh penggunanya mengandung sektor-sektor readable. Jika sebelumnya rata-rata daur hidup sistem diperkirakan mencapai tiga hingga lima tahun, maka hal ini menandakan lebih dari 50 ribu drive perusahaan terlepas dari pusat data setiap harinya di dunia. Jika setengah dari jumlah hard drive yang dikeluarkan dari pusat data tersebut memiliki sektor readable, ini menandakan setidaknya 2.500TB data terekspose di pasar terbuka setiap harinya. Dengan demikian, peningkatan arus dari expose data sensitif harus menjadi perhatian dari CIO mana pun.
Para analis terdepan, badan-badan pengatur standar, dan produsen penyimpan data terdepan telah melakukan evaluasi secara ketat dan menyimpulkan bahwa drive dengan kemampuan enkripsi secara otomatis memberikan keuntungan kritikal untuk keamanan informasi pada pusat data. Menurut Gartner, banyak organisasi kini mempertimbangkan keamanan pada tingkat drive karena kemudahannya dalam membantu mengamankan data sensitif melalui daur hidup perangkat keras sejak awal set up hingga pada transisi upgrade dan penghapusan.
Menurut Eric Ouellet, Research Vice President dari Secure Business Enablement, Gartner, pembuangan hard drive secara khusus selalu menjadi tantangan dari daur hidup keamanan data. Walau melalui proses pembuangan yang aman, kejadian-kejadian seperti misplacement, mislabeling, dan pencuri data dapat saja muncul sehingga menyebabkan kehilangan data, denda, dan hukuman yang keras.
Sementara itu, IBM menyatakan, para pengguna perusahaan dewasa ini, terutama yang bergerak di sektor keuangan, memiliki ketertarikan yang cukup besar terhadap keamanan data. Mengamankan data secara sederhana di dalam drive penyimpan data tanpa pengurangan atas kinerja sistem adalah langkah terbaru dalam mengamankan data dan penyimpanan data media yang terbaik sehinggga data-data tersebut meninggalkan pusat data.
Menurut Robert Cancilla, Vice President Sistem Disk dari IBM, solusi pita peng-enkripsi otomatis diperkenalkan pertama kali setahun yang lalu. Solusi ini memuat piranti lunak manajemen utama, kemudian menyasar isu keamanan ini sebagai prioritas tanpa pengaruh tradisional pada keluruhan kinerja.
Bagaimana dengan pandangan LSI? Menurut LSI, dengan tetap hangatnya isu kebocoran data dan munculnya mandat dari pemerintah mengenai hal ini, kebutuhan akan enkripsi data secara keseluruhan menjadi sangat penting. Phil Bullinger, Executive Vice President dari Engenio Storage Group LSI menyatakan, dengan mengenkripsi pada tingkat drive, para pengguna dapat secara potensial menghilangkan dampak dan mengurangi kekhawatiran mereka atas kehilangan, pencurian, atau penggunaan ulang drive.
Di lain pihak, Trusted Computing Group menyatakan, kemampuan enkripsi secara menyeluruh di dalam hardware didasarkan pada standar terbuka. Menurut Brian Berger, pemimpin Trusted Computing Group, pencurian atau penyadapan informasi terus meningkat dengan cepat. Menurutnya, proses enkripsi pada hardware merupakan solusi yang paling efektif dalam membantu memastikan keamanan pada informasi penting secara keseluruhan. Jika tidak, perusahaan-perusahaan memiliki potensi kerugian jutaan dolar atau bahkan denda dari pemerintah, kehilangan bisnis, dan kehilangan hubungan baik dengan perusahaan lain.
Redaksi SDA Asia Magazine






