Pasar perangkat bergerak (mobile devices) di Indonesia masih menjanjikan bagi produsen handsets. Untuk Q2 2008 ini, sekitar 94,3% masih dikuasai oleh Traditional Devices (telepon
genggam dengan fungsi dasar) dengan pertumbuhan sekitar 87,3% dibanding periode yang sama tahun 2007.
Ashadi Cahyadi, Senior Analyst Telecommunication Research, IDC Indonesia menyatakan, terdapat dua alasan utama yang mendorong pertumbuhan mobile devices di Indonesia. Pertama, semakin banyaknya operator yang menawarkan tarif murah kepada pelanggannya dan banyaknya variasi untuk paket perdana (bundling packages) kepada calon pelanggan. Dengan jumlah total 11 mobile operator sampai saat ini di Indonesia, pertumbuhan pasar mobile devices di Indonesia masih akan terdorong di kisaran dua-digit untuk tahun depan.
Sementara itu, untuk penguasaan pasar di kategori Handheld Devices (PDA with no-phone capability) dan Converged Devices (PDA with phone capability), cenderung stabil. Converged Devices mengalami peningkatan sekitar 20,6% dibanding Q1 2008. Sementara itu, untuk tren Year-on-Year mengalami penurunan sebesar 17,1% dibanding Q2 2007.
Fluktuasi permintaan tehadap Converged Devices lebih disebabkan oleh mekanisme supply-demand di pasar. IDC sendiri melihat untuk tren ke depannya, pasar Converged Devices akan cenderung mengalami peningkatan karena semakin murahnya harga jual yang ditawarkan produsen mobile devices, terutama pabrikan dari Cina.
Di sisi lain, untuk Handheld Devices, pasarnya cenderung stabil dan berkisar 75% dan mengarah pada segmen pelanggan korporat. Sementara untuk traditional devices, kontribusi terbesar masih tetap dari segmen menengah ke bawah yang mencapai lebih dari 85%, dengan harga jual handset di bawah 1 jutaan. Sedangkan untuk segmen mid-end market, lebih mengandalkan kelengkapan fitur yang dimiliki oleh handset tersebut dibandingkan dengan merk dan tipe lain yang sekelas.
Mencermati perkembangan yang terjadi di bidang telekomunikasi Indonesia, diperkirakan untuk semester kedua 2008) ini akan tetap mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk kategori Traditional devices dan Converged devices. Untuk GSM devices sendiri, faktor pendorong utama adalah kualitas jaringan dan tarif yang ditawarkan oleh para operator, sedangkan untuk CDMA devices masih mengandalkan kelengkapan fitur dan bundling promo yang dilakukan antara produsen handsets dan mobile operator.
"Dengan bertambahnya pemain baru dan selesainya proses migrasi ke 800 Mhz, IDC melihat kenaikan yang signifikan untuk pengguna platform teknologi CDMA, baik operator CDMA itu sendiri maupun operator WLL (Wireless Local Loop/FWA). Hal tersebut lebih memacu kompetisi antar mobile operator, baik GSM, CDMA, maupun WLL. Mereka semakin berlomba menawarkan tarif yang kompetitif, paket layanan dan bundling promo yang bervariasi.
Selain faktor teknis, faktor non-teknis seperti Bulan Ramadhan, Perayaan Natal dan Tahun Baru, juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk semester kedua 2008”, menurut Ashadi Cahyadi.
Widia Yurnalis






