• Rabu, 17 Maret 2010, 09:00
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Feature
Smart Meter Bantu Selamatkan Air Bumi

Tantangan lingkungan yang makin terbatas ketersediaannya, memaksa manusia untuk lebih ramah lingkungan dan hemat dalam penggunaannya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan air bersih. Di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada, telah diterapkan sistem pengukuran air cerdas yang dinamakan 'smart meter'.

Menggunakan teknologi cerdas ini, diharapkan dapat membantu pengguna mengetahui pola penggunaan air mereka, dan lebih jauh, menggugah mereka untuk mengatur penggunaan air mereka demi konservasi. "Teknologi smart meter dapat menghasilkan data yang dapat digunakan untuk memberikan konsumen informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih pintar mengenai penggunaan air mereka," kata Stephan Schoo, senior vice president and general manager Oracle Utilities.

Smart Meter

Menggunakan sistem pengukuran 'smart meter', pengguna akan dapat mengakses data meteran airnya secara real time untuk mengetahui jumlah penggunaan air, penggunaan secara periodik, pola konsumsi air, dan infromasi lainnya yang dirancang membantu konsumen untuk mengetahui dan mengatur penggunaan air mereka. Data yang tersaji telah disesuaikan agar mudah dipahami. Pengguna pun dapat memilih apakah data tersebut ingin dibandingkan dengan para tetangga ataupun dengan penggunaan bulan lalu.

Sementara bagi penyedia layanan, dengan meteran cerdas ini, mereka bisa memeroleh data yang lebih baik untuk dijadikan bahan analisa, mengatur pasokan, ataupun jadwal pengiriman layanan. Dengan mencocokan data yang tersedia dengan tipe pelanggan dan lokasinya, dapat membantu perusahaan air semakin responsif untuk mengidentifikasikan jenis kebutuhan dari jaringan pipa yang ada, seperti keperluan penggantian pipa, menentukan lokasi kebocoran, atupun pencurian. Respon cepat ini tentu akan meningkatkan reputasi dan kepuasan pelanggan. Beberapa sistem bahkan menyediakan kemampuan 'SOS' ketika kehabisan sumber daya. Pertanda yang dikirimkan ini membantu penyedia layanan mengidentifikasi lokasi, dan menambah pasokan air.

Teknologi ini pun digadang-gadang dapat membantu mengurangi anggaran perusahaan. Dengan kamampuan identifikasi otomatisnya, beberapa permasalahan pelanggan tak perlu lagi menerjunkan pegawai ke lapangan menyelesaikannya. Begitupula dengan keperluan pemutusan layanan yang kini dapat dilakukan jarak jauh.

Meteran Cerdas Bantu Konservasi Air

Oracle yang membantu perusahaan penyedia layanan mempersiapkan diri untuk mengikuti inisiatif 'smart metering' ini lewat inisiatif Oracle Utilities, menyatakan bahwa menggunakan teknologi 'smart meter' ini memotivasi pengguna untuk melakukan konservasi air. Meski demikian, perusahaan penyedia layanan mengeluhkan bahwa biaya pendidikan pelanggan dan komunikasi jauh lebih besar dari keuntungan bisnis yang diperoleh sebab implementasi teknologi ini masih berada di tahap awal. sehingga pelanggan masih perlu banyak sosialisasi dan pembiasaan.

Untuk mengetahui lebih baik mengenai tanggapan pelanggan dan penyedia layanan mengenai teknologi 'smart meter' ini dihubungkan dengan konservasi air, Oracle melakukan riset "Testing the Water: Smart Metering for Water Utilities", yang mensurvei lebih dari 1.200 pelanggan air dan 300 perusahaan penyedia layanan air di Amerika Serikat dan Kanada.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 76% konsumen peduli akan konservasi air dan 69% responden yakin mereka dapat mengurangi pemakaian air pribadi. Dengan tingkat kepedulian yang cukup tinggi ini, sebanayk 71% konsumen yang disurvei yakin bahwa mereka akan termotivasi dalam usaha konservasi air bila mereka menerima lebih banyak informasi mengenai pemakaian air mereka. Disinilah teknologi 'smart meter' dapat masuk dan membantu memenuhi permintaan konsumen itu.

Sementara bagi penyedia layanan, keuntungan terbesar penggunaan teknologi ini dijawab oleh 62% responden adalah untuk pendeteksian kebocoran dini dan 35% reponden menjawab memberikan pelanggan alat untuk mengawasi atau mengurangi penggunaan air. Mengenaik komitmen mereka terhadap konservasi air, 73% penyedia layanan yang menyatakan diri aktif mempromosikan konservasi air. Sebanyak 63% dari penyedia itu juga yakin bahwa mengadopsi teknologi 'smart meter' penting bagi usaha penyelamatan tersebut. Namun, sayangnya baru sepertiga dari mereka yang tengah mempertimbangkan atau menggunakan teknologi 'smart meter'. Mereka menyebutkan faktor belum tercapainya hitungan yang memadai soal pengembalian investasi (46 persen) dan modal awal perusahaan (42 persen) yang menjadi penghambat implementasi.

Meski masih terdapat sejumlah hambatran implementasi, namun sistem pengukuran ini telah mendapat perhatian yang luas di Amerika Serikat dan Kanada, sebagaimana tertulis dalam rilis Oracle. Di dua negara tersebut, pengukuran cerdas ini tidak hanya digunakan untuk perusahaan air, tetapi juga perusahaan listrik dan penyedia gas. Model pembayaran yang dilayani pun beragam, baik menggunakan internet, telepon, ataupun panggilan darurat. Beberapa penyedia bahkan mempertimbangkan kemungkinan menyatukan pembayaran untuk gas, air, dan listrik untuk mengurangi biaya total.


Eka Santhika

 
Other Feature
 
 
News
 
Article