• Kamis, 18 Maret 2010, 18:56
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
      

Write for Us!

Feature
Optimis Pulih, Para Eksekutif Berencana Tingkatkan Anggaran Keamanan

Awal tahun 2010 ini sepertinya ditandai dengan optimisme para eksekutif TI akan terjadinya pemulihan di sektor TI, seperti ditunjukkan oleh hasil survey yang dilakukan oleh CompTIA. Optimisme ini kemudian berimbas pada rencana sekitar 40% kalangan enterprise dan UKM yang disurvey Forester Research untuk meningkatkan anggaran keamanan TI mereka tahun ini.

Lebih lanjut, 40% pengusaha itu menyatakan akan meningkatkan pengeluaran terhadap keamanan jaringan sebanyak lima persen atau lebih. Peningkatan ini dilakukan sebab mereka melihat bahwa isu keamanan menjadi sangat penting belakangan ini. Selain itu, sebanyak 34% responden pun menyatakan akan melakukan penigkatan di sektor resiko dan kepatuhan seperti tercantum dalam laporan Forrester, "The State of Enterprise IT Security and Emerging Trends 2009 to 2010".

Prioritas pada keamanan jaringan ini seperti ditunjukkan oleh 89% tingkat enterprise. Hal ini Tak ubahnya dengan responden UKM, dari survey yang dilakukan terhadap pengambil kepututsaan keamanan yang berasal lebih dari 2000 organisasi,dimana 84% dari mereka pun menyatakan hal serupa.

Di laporan lainnya, "The State of SMB IT Security and Emerging Trends 2009 to 2010" yang menelaah tren TI di kalangan UKM, Forrester menyebutkan bahwa 36% responden berencana untuk meningkatkan pula anggaran keamanan jaringan mereka sebanyak lima persen atau lebih. Bahkan seperempat dari mereka akan meningkatkannya hingga lebih dari 10%.

"Keamanan jaringan selalu menjadi wilayah berbiaya tinggi," terang analis Forrester, Jonathan Penn seperti dikutip dari eWEEK.com. "Salah satu alasan dari pertumbuhannya yang pesat, karena perhatian yang kian tinggi terhadap kerentanan dan ancaman yang memaksa organisasi untuk meningkatkan deteksi jaringan mereka. Perhatian lainnya tertuju pada meningkatnya ketidaksengajaan dari orang dalam, baik yang berbahaya ataupun tidak. Jaringan adalah fokus alami untuk kendali keamanan tambahan yang memantau aktivitas-aktivitas seperti ini, meski terdapat keberatan untuk menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap desktop karena pekanya pengaruh dari end user."

Kedua kelompok ini juga menunjukkan perhatian mengenai implikasi ponsel cerdas dan teknologi sosial dari web 2.0 terhadap lingkungan kerja mereka.

"UKM (40%) menaruh perhatian lebih terhadap ponsel cerdas dari bentuk teknologi lainnya yang kami tanyakan, sementara mengutip 34% (dari mereka) yang menunjukan kekhawatiran terhadap Web 2.0," terang laporan UKM itu. "Perhatian terhadap resiko yang berhubungan dengan tren konsumerisasi seperti ini lebih tinggi dari perhatian mengenain komputasi awan (32%) atau virtualisasi data center (30%). Hal ini terjadi karena dari perspektif keamanan, kosumerisasi menunjukkan tingkat kehilangan pengawasan yang lebih besar dalam hal infrastruktur komputasi, sementara awan dan virtualisasi lebih ditujukan pada perubahan paradigma manajemen."

Baik enterprises ataupun UKM, juga mencari penyedia keamanan outsource untuk mendapatkan keamanan yang lebih baik. Wilayah yang paling diperhatikan responden adalah pemfilteran surel (e-mail) dan penilaian kerentanan. Sebanyak 46% responden enterprise menyatakan ketertarikan pula terhadap layanan penilaian kerentanan, dan sebanyak 51% untuk kalangan UKM.

Bagi UKM, faktor keahlian dan bukan soal harga yang menjadi pertimbangan untuk memilih layanan manajemen. Enampuluh enam persen dari mereka menyatakan kualitas perlindungan merupakan fakor utama dalam pengambilan kepututsan untuk mengadopsi manajemen keamanan, sementara 48%-nya masih mempertimbangkan pengurangan biaya.


Eka Santhika

 
Other Feature
 
 
News
 
Article