Operator telekomunikasi masih belum memberikan perhatian dan sumber daya yang cukup di wilayah konten perangkat bergerak dan aplikasi. Padahal sektor ini cukup menjanjikan karena besar pasar yang terus bertumbuh, jelas Ovum. Saat ini kebanyakan operator lebih disibukkan dengan pengambilalihan wilayah dan ekspansi untuk mampu melakukan transisi dari penyedia layanan dasar, suara dan SMS.
Pasar Potensial
Pasar konten dan aplikasi di pasar negara berkembang saat ini memang masih belum menunjukkan kematangannya, selain porsi layanan ini yang masih menempati sebagian kecil dari pasar perangkat bergerak. SMS dan internet mobile merupakan pemegang bagian terbesar.
Pangsa pasar layanan konten, terhitung sebesar 5–7% dari keseluruhan pendapatan operator. Konten yang ditawarkan pun sebagian besar merupakan layanan dasar seperti ringtones, logos, wallpapers, games sederhana dan layanan berita ataupun informasi lainnya.
"Terdapat banyak alasan mengenai kekonstanan pasar ini," ujar Angel Dobardziev, practice leader di Ovum.
"Banyak operator belum menyatakan komitmennya untuk fokus secara organisasional maupun mengalokasikan sumber daya di wilayah ini. (Dari sisi) pengguna, saat ini masih banyak yang baru saja melintasi kesenjangan komunikasi dan masih memfokuskan anggaran mereka yang terbatas pada layanan dasar seperti suara dan SMS."
Dobardziev, menyatakan alasan lainnya, "Penetrasi perangkat kelas menengah dan ponsel cerdas masih rendah. (Padahal perangakt ini)memiliki kemampuan lebih baik dalam memberikan pengalaman konten bergerak yang lebih kaya.Jangkauan 3G juga masih dalam tahap pengembangan di sejumlah negara, (hal ini) pun turut menyumbang pengalaman multimedia yang miskin."
Operator Tetap Percaya Diri
Banyak operator di negara berkembang merasa cukup percaya diri mengenai posisi pasar mereka saat ini. Beberapa operator telah memberikan perhatian pada gebrakan aplikasi dan konten yang dibuat vendor melalui toko aplikasi ataupun layanan kelas menengah dan akhir dari pasar vertikal yang terintegrasi, seperti yang ditawarkan oleh Nokia Life Tools.
Penetrasi ponsel cerdas yang masih rendah dan infrastruktur pembayaran yang masih labil, menjadi kunci kepercayaan diri operator mengenai posisi pasar mereka. Sebab dengan kondisi infrastruktur yang belum matang ini, tagihan dari para operator bisa lebih bernilai.
Inilah alasan utama yang membuat operator di negara berkembang mengambil sebagian besar dari perlehan pendapatan konten mereka. Jika di negara berkembang operator bisa mengambil hingga 50% pendapatan, operator di pasar yang telah mapan umumnya mengambil 30% dari pendapatan.
Ovum merekomendasikan perlunya dibentuk lingkungan konten yang kuat untuk mendorong pasar konten dan aplikasi di pasar berkembang. Ovum juga percaya bahwa pengembangan rantai nilai yang kuat, seimbang, dan efektif akan menjadi faktor kunci yang akan membentuk masa depan dari layanan konten perangkat bergerak di negara berkembang.
Operator adalah Pemegang Kunci
Operator perangkat bergerak saat ini sesungguhnya menempati peran inti dalam rantai nilai. Sayangnya masih sedikit yang memberikan perhatian pada layanan konten. Padahal perhatian itu dibutuhkan untuk mengembangkan portofolio layanan yang menarik untuk meraih keberhasilan di sektor ini.
"Tentu saja terdapat faktor peting lainnya yang juga memainkan peranan penting dalam pengembangan pasar ini," ujar Dobardziev.
"Ketersediaan perangkat kelas menengah yang terjangkau, untuk memungkinkan pengalaman konten yang lebih kaya, masih rendah. Namun sepertinya kelemahan ini akan membaik di pertengahan tahun, meskipun penetrasi ponsel cerdas relatif masih rendah."
Tantangan berikutnya adalah buta huruf. Kurangnya kemampuan baca ini akan menjadi penghalang utama, terutama di daerah pedalaman. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan IVR (interactive voice response) dan video. Meski sepertinya solusi ini juga masih sulit dilakukan, sebab konten lokal dan aplikasi yang dirancang, menggunakan bahasa lokal, untuk komunitas lokal yang beragam, masih jarang ditemui. Tapi Ovum percaya kelangkaan ini juga akan membaik di pertengahan tahun.
Meski tiap pasar akan mengalami pertumbuhan dengan tingkat yang berbeda, di pasar berkembang secara keseluruhan diprediksikan keseluruhan faktor yang sebelumnya disebutkan akan menghambat pengembangan pasar dalam janka pendek.
Strategi Konten yang Baru
Operator mesti mempertimbangkan berbagai strategi baru jika mereka ingin mengembangkan pasar konten; segmentasi pelanggan, pemasaran yang lebih kuat, manajemen rantai nilai konten yang lebih efektif, dan mesti hati-hati jika mempertimbangkan untuk membuka toko aplikasi. Berbagai stategi baru ini digelar karena satu hal yang jelas, menjual konten perangkat bergerak dan aplikasi mesti dilakukan dengan konsep berpikir yang beda dengan jualan layanan suara dan SMS.
Secara umum, operator mesti menggunakan posisi dominan mereka dalam rantai nilai perangkat bergerak dengan bijak. Artinya, operator mesti melibatkan pemain lain dalam industri ini serta memastikan mereka mendapat insentif yang pantas.
"KUnci bagi operator pasar berkembang adalah posisi mereka yang bagus untuk menjegal tantangan meluncukan toko aplikasi merek sendiri," pungkas Dobardziev.
"Bagaimanapun juga, ini bukanlah jalan yang mesti ditempuh oleh semua operator. Maih banyak sejumlah strategi toko aplikasi lainnya yang dapat dijelajah, termasuk bermitra denga oparator lain atau toko aplikasi pihak ketiga."
Eka Santhika





