SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Rabu, 19 November 2008, 21:06
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

JAX Asia 2008 - Conference for Enterprise Java, Enterprise Architectures and SOA
Interview
Kesungguhan Rekdale adalah Ujian Bagi Keseriusan Pendidikan Indonesia

Jika kita harus peduli terhadap pendidikan Indonesia itu memang kewajiban, walaupun keseriusan pemerintah masih terus kita uji. Namun, jika seorang warga negara asing sampai mati-matian ingin membantu, itu merupakan lecutan keras bagi mereka yang merasa orang Indonesia apalagi pihak yang berkompeten dengan hal tersebut.

Ya, beliau bernama Phillip Murray Rekdale, warga negara Australia, saat ini berusia 56 tahun. Rekdale, adalah pendiri Pendidikan.net sebuah situs, yang beliau katakan bukan cuma direktori Internet, pendidikan Indonesia. Dalam situs ini disediakan informasi yang kaya mengenai khazanah pendidikan Indonesia termasuk di dalamnya webring, tutorial, dll.

Beliau sudah berpengalaman selama tiga dekade bekerja untuk lembaga pendidikan dengan kemampuan luas mulai dari Teknisi sampai Direktur Studi. Tiga posisi yang pernah ditempatinya adalah proyek yang diatur oleh universitas, antara lain Australian Language Centre, Jakarta (Melbourne University), Veterinary Research Centre (Balitvet), Bogor (James Cook University), dan Senior Secondary Education Project, Jakarta (Florida State University). Sampai saat ini beliau bekerja sebagai Konsultan Pendidikam.

Selama tidak bertugas, pria yang mengaku menghabiskan seluruh waktu dan kemampuannya dan menghabiskan ribuan dolar-nya untuk membangun situs ini, melakukan perjalanan dan bekerja di banyak tempat di Indonesia di antarnya Sumatra, sulawesi, Jawa, Bali, Timor Barat, dan Lombok.

Beliau juga berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan riset dalam bidang pendidikan yang beliau cintai. Hampir seluruh proses pengumpulan data dan wawancara dilakukan dalam Bahasa Indonesia, beliau mahir berbahasa Indonesia.


SDA: Apa visi dan misi jaringan pendidikan ini?

Phillip Murray Rekdale (P. Rekdale): Visi, Indonesia mempunyai kemampuan besar menjadi negara yang maju dan sejahtera dilihat dari segi sumber daya alam dan SDMnya. Manajemen sumber daya alam oleh negara dan industri swasta jelas perlu ditingkatkan, tetapi dalam menghadapi globalisasi, stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa, maka peningkatan SDM (pendidikan) adalah jaminan kemajuan negara.

Misi, Pendidikan Network sebagai forum untuk membuka kesempatan dan sekaligus berkontribusi di dalam pembahasan hal-hal yang terkait dengan pengembangan pendidikan dan SDM di Indonesia. Kami berjuang untuk meningkatkan rasa tanggunjawab pemerintah terhadap pendidikan di negara kita, dan siap membantu pemerintah untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Kami mendukung pelaksanaan program pemerintah, dan sebaliknya menyampaikan aspirasi dan tuntutan masyarakat luas terhadap pemerintah.

SDA: Apa target utama Bapak dengan proyek ini?

P. Rekdale: Target utama adalah mendukung proses peningkatan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Pengajaran Aktif, Kreatif, Efektif yang Menyenangkan (PAKEM) dengan membuka sistem komunikasi, wawasan dan kesadaran pihak-pihak yang peduli terhadap pendidikan. Kunci untuk merencanakan pendidikan yang terbaik adalah kita semua bekerjasama dan berpartisipasi dalam proses pembentukan pendidikan kita. Dengan situs-situs saya Pendidikan.Net, Pendidikan.TV, School-Development.Com, Aspirasi.US, TeleCenter.WS dan Korupsi.Org masyarakat dapat membahas berbagai aspek termasuk; hal pendidikan secara umum, teknologi pendidikan, pengembangan pendidikan, aspirasi masyarakat terhadap pendidikan, teknologi dan kemiskinan, dan korupsi yang sangat menghambat dan menghancurkan kemajuan pendidikan dan SDM. Forum-forum ini juga meningkatakan pemberdayaan masyarakat terhadaap aspek-aspek tersebut.

Pendidikan Network adalah jaringan yang “organik” dan situsnya terus tumbuh sesuai dengan hal-hal baru yang muncul terkait dengan pengembangan pendidikan. Sekarang saya mempunyai 50 lebih situs khusus Pendidikan Network dan 150 lebih domain name terkait dengan pendidikan. Sebenarnya, jumlah situs yang banyak seperi ini bukanlah rencana dari awalnya, tetapi saya harus memperbanyaknya karena sektor sekolah (SLTP, SLTA & PT) meminta dibuatkan website masing-masing. Sementara itu Pendidikan.Net sendiri sudah mulai terlalu sulit untuk di-update di puluhan folder, yang menerima puluhan saran dari lapangan setiap harinya. Jadi topik-topik di Pendidikan.Net dibagi ke dalam domain name dan website masing-masing.

SDA: Apakah program ini mendapatkan dukungan pemerintah, khususnya departemen terkait?

Dukungan pemerintah, apa maksudnya? Apakah dalam bentuk dana? Apakah dukungan penyediaan tenaga ahli? Tidak sama sekali. Dahulu saya pernah bekerja di Depdiknas selama dua (2) tahun (1998-2000) dan dari pengalaman itu saya dapat melihat bahwa banyak pegawai, apa lagi guru dan dosen di tingkat lapangan ingin agar budaya kerja di Depdiknas sendiri dirubah. Seringkali dukungan (baik dari pemerintah atau bisnis) sangat terkait dengan “control” dan salah satu kelebihan dari Pendidikan Network adalah kemandirian dan kebebasan. Pegawai Negeri maupun guru dan pihak swasta dapat menyampaikan saran dan aspirasi mereka yang dipublikasikan secara bebas dalam forum-forum ini. Ini penting sekali di negara demokrasi yang sedang berkembang. Sebenarnya, Pendidikan Network mendukung program pemerintah, pegawai pemerintah, sektor swasta, dan tentu masyarakat luas untuk bersuara dan membantu mengembangkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan keinginan dan keperluan masa depan rakyat. Banyak pegawai negeri merupakan pelanggan Pendidikan Network dan mereka termasuk guru dan dosen berpartisipasi aktif di situs seperti PojokGuru.Com. Sebetulnya dukungan ini yang sangat penting dan yang saya harapkan dari pemerintah.


SDA: Secara teknologis apa yang Bapak lakukan, apakah hanya sekedar direktori Internet pendidikan Indonesia?

P. Rekdale: Lewat situs-situs Pendidikan Network saya menyampaikan informasi dan saran mengenai hal-hal pendidikan, misalnya di beberapa website yang saya buat seperti Pendidikan.TV, Pendidikan.WS, School-Development.Com, dan di beberapa website saya yang lain di mana terdapat artikel-artikel khusus. Tetapi menurut saya yang paling penting adalah “kumpulan suara” dari lapangan sebagai “pool of thought” di mana pihak yang peduli pendidikan dapat menerima dan bertukar pikiran dengan kolega lain. Harapan saya adalah mereka akan menjadi kompak dan dari sini mereka akan bergerak secara aktif untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Kontribusi saya sendiri kebanyakan dalam hal memberikan jawaban dan saran terhadap pertanyaan yang muncul setiap harinya. Karena hal dan pertanyaan yang sama sering muncul juga di situs-situs saya yang lain, saya akhirnya membuat situs Berjuang.Org sebagai “reference” untuk hal-hal yang sering dibahas (seperti FAQ).

Jadi, yang saya lakukan bukan sekedar direktori Internet.

SDA: Apa kendala yang Bapak hadapi ketika akan menggulirkan program ini?

P. Rekdale: Kendala utama adalah waktu. Sekarang saya mengurus website-website Pendidikan Network dari pagi sampai malam, 7 hari seminggu. Dari konsep website hingga memasang semua data dan saran dari lapangan dihandel oleh saya sendiri. Saya tidak mampu membayar gaji orang untuk membantu kegiatan ini (kehidupan saya sendiri terpaksa sederhana), dan jaringannya (sesuai dengan tujuannya) memang tidak menghasilkan uang. Sering kali saya ditanya “ada berapa staf di Pendidikan Network”, dan jawabannya sering mengagetkan. Sebenarnya selama delapan tahun berjanlan ini Pendidikan Network sudah banyak perusahaan yang mengajak bekerjasama (termasuk dari perusahan IT besar di Eropa) tetapi sampai saat ini saya masih berjuang sendirian karena saya ingin kebebasan tidak dipengaruhi oleh tujuan bisnis semata.

Memang waktu bagi saya adalah kendala utama, tetapi Internet adalah faktor yang paling memfasilitasi program saya sehingga informasi dapat disampaikan ke dan dari setiap propinsi di Indonesia secara langsung. Internet dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dapat sangat memberdayakan masyarakat dan merupakan hal yang sangat penting sekali perannya terhadap berbagai masalah termasuk dalam meningkatkan pendidikan maupun kesejahteraan masyarakat. BAPPENAS-UNDP baru meluncurkan program pengembangan telecenter di daerah pedesaan yang diharapkan akan memberdayakan masyarakat untuk membangun komunitas lokal (Ref. website kami TeleCenter.WS).

 
Other Article
 
 
News
 
Feature