Manajer TI semakin menemukan nilai lebih dalam menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) dalam operasional sehari-hari. Menurut penelitian yang dilakukan oleh ABI Research, hal ini memacu adopsi RFID di data center.
Bila dilihat lebih jauh, aset TI adalah infrastruktur kunci untuk setiap bisnis modern dan para manajer IT harus secara khusus mendokumentasikan perlengkapan agar jejak keamanan dapat ditelusuri. Sementara itu, audit aset TI secara mendetil merupakan hal yang sangat perlu. Namun bagi kebanyakan perusahaan, audit ini masih tergolong mahal, sehingga sebagian besar masih melalui proses manual.
Dengan kehadiran RFID, kemampuan untuk mengatur aset operasional yang penting menjadi lebih mudah. "RFID IT asset tracking mulai mencapai momentum di data center dan mengatur serta mengaudit perlengkapan ini adalah kerja keras untuk departmen TI, sehingga RFID bisa mendapatkan ROI yang jelas," kata kepala analis ABI Research, Jonathan Collins.
Jonathan menambahkan, RFID juga cocok dengan lingkungan di mana biaya terbatas dan efisiensi penyebaran RFID meningkat. Saat RFID di-deploy di data center, terdapat basis yang melabeli RFID untuk memperpanjang manajemen aset TI ke seluruh infrastruktur TI di organisasi.
Berdasarkan riset dari ABI, IT asset tracking diprediksikan tumbuh dan mampu mengambil lebih dari 10% bagian saham di akhir 2013. Hal ini termasuk tawaran RFID, baik pasif dan aktif.
Di lain pihak, beberapa penyebaran mungkin mengadapatasi campuran dari kedua teknologi, namun pengembangan dalam kemampuan sistem UHF pasif dan biaya perlengkapan teknologi yang lebih rendah akan mengarahkan pendapatan dan volume pengiriman.
Menurut perkembangan terbaru, produsen perlengkapan TI –termasuk HP dan IBM – menawarkan RFID tagging sebagai bagian dari spesifikasi produk mereka. Tagging akan berkembang menjadi pilihan banyak manajer TI untuk mendukung spesifikasi perlengkapan terbaru mereka.
Hertiana






