Nimbuzz menambah 17 mitra ke dalam program afiliasi operator selular globalnya. Program ini memberikan kemampuan untuk membina jaringan sosialnya secara mobile, kehadiran real-time dan IM kepada para rekanan operator sekaligus tetap bisa memelihara kendali hubungan terhadap pelanggan mereka.
CEO Nimbuzz, Evert Jaap Lugt menyatakan, pihaknya melihat kerja sama ini memberikan nilai riil ke operator yang ingin meningkatkan ARPU. Selain itu, kemitraan tersebut juga menawarkan akses kepada pelanggan ke IM dan situs jaringan sosial tanpa risiko dan biaya yang berhubungan dengan pengaturan kerjasama langsung.
"Ini juga membuka peluang bagi para operator dari negara lain yang ingin bergabung," ujarnya.
Sementara itu, menurut Chetan Sharma Consulting, di Amerika Serikat, pemasukan dari penjualan paket data mencapai USD8,2 milyar di Q2 2008 atau sekitar 21% dari total pendapatan layanan wireless. Hal ini lebih tinggi dibandingkan dengan USD5,85 milyar, atau 17% dari total layanan, untuk periode yang sama di tahun 2007. Data tersebut memperlihatkan lonjakan peningkatan ARPU sebesar USD50 sen dan menurunkan pendapatan ARPU suara sebesar USD5 sen.
Di lain pihak, kini Nimbuzz sedang berada dalam taraf penjajakan dengan beberapa operator selular Indonesia guna menjalin kerjasama dan menggarap peluang yang lebih baik bagi pasar Indonesia. Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar potensial Nimbuzz.
"Pertumbuhan pengguna Nimbuzz di Indonesia sebesar 30% selama semester lalu mendorong kami untuk berupaya menciptakan program yang lebih baik lagi untuk calon rekanan operator selular Indonesia, sehingga bersama-sama kita bisa memberikan solusi komunikasi bergerak terbaik bagi para pengguna di Indonesia," tutup Evert Jaap Lugt lewat siaran persnya.
Widia Yurnalis





